Selingkuh

matahari telah naik tinggi
dan di sini aku melakukannya lagi
berbicara tanpa suara
berbisik tanpa membuat orang lain terusik

kau beri aku tanda
getar rasa yang tersisa
dan api cinta pun kembali membara

bisikkan rayuanmu sekali lagi
‘tuk penuhi asa yang mendekap diriku
singkapkan segala batas waktu

jeratlah aku dalam jaring cintamu
atau biarkanlah aku masuk sendiri
hapuskan prasasti keluargaku dari memori
atau biarkanlah kuhapus sendiri

rahasia ini hanya milik kita berdua
bahkan meski Tuhan tahu juga
tak perlu kita resah
rahasia kita tetap akan terjaga

NB:
Wahai Tuhanku,
terima kasih telah bersedia tutup mulut
untuk rahasia kami

Farid @ Petojo, 31 Mar 2003 21.45 WIB

- dimuat 28 February 2005, 00:36 di puisi



Komentar

  1. Yani, 2 March 2005, 05:26:
    Nyuwun sewu Mas.. :)

    Matahari pergi lagi
    lagaknya memaksa dia untuk pergi
    memaksa juga aku kembali
    pulang pada keluarga yang sempat hilang tadi siang

    Gelap merayapi malam
    prasasti yang pernah kubangun sendiri masih berdiri

    Aku tahu Tuhan memandangiku
    Dia sempat bilang
    "up to you"
  2. diana, 4 March 2005, 03:09:
    ditayang ulang :)
  3. emak, 27 September 2005, 02:55:
    sakit, pedih, perih
    aku perempuan yang terluka karena
    tajamnya pisau selingkuh
    janji pada Tuhan seolah hanya dagelan
    kau lelaki jahannam yang telah mencarut marut hatiku bersama perempuan gila yang kau sebut penuh mesra
    pergilah pergi....
    aku tak sudi lagi mendengar satu kata " selingkuh "

Tulis pesan Anda

* tidak akan tampil di website