Arif vs Yani On The Show: Don’t Miss It!
Perasaan seseorang menjelang pernikahannya barangkali menjadi salah satu hal penting bagi pelakunya. Terlepas dari latar belakang masing-masing dan juga tetek bengek persiapan yang harus dihadapi kedua calon mempelai. Berdebar karena akan melalui the-so-called fase penting dalam hidup mereka. Penurunan kondisi fisik, terutama kalau mereka berdua diharuskan mengurus segalanya sendiri, tanpa dapat menyerahkan segala urusan ke tangan wedding organizer. Belum lagi perasaan ragu “apakah-dia-orang-yang-tepat?” yang bisa muncul kapan saja sebelum pernikahan. Orang jawa bilang darah seorang calon pengantin itu manis, banyak yang akan mengincar, jadi harus senantiasa berhati-hati. Kalau perlu, satu bulan sebelum hari-H, keduanya sudah dipingit, :) tak perlu bepergian untuk urusan yang kurang penting.
Barangkali saat ini, Arif dan Yani-lah yang dapat lebih bisa mengutarakan perasaannya tentang itu. Sahabat saya ini insya Allah akan melangsungkan pernikahannya pada 5 Mei mendatang di Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk info lebih lengkapnya, tengoklah website pernikahannya yang sungguh unik dan menarik di sini.
Website tersebut dibuat dengan nuansa promosi pergelaran pertandingan tinju dunia. Anda disyaratkan berusia di atas 18 tahun untuk memasuki website ini. Anda akan disuguhi menu Start, Hed2Hed, The Show, dan Sign Off. Satu yang menarik perhatian saya adalah di menu Hed2Hed-nya. Calon mempelai pria disebut sebagai “sang penantang”, sementara calon mempelai wanita disebut sebagai “juara bertahan”. Jadi bertanya-tanya juga sih, memangnya Yani sudah pernah juara ya?? ;) Sebagai juara bertahan, sudah berapa banyak lawan yg di-KO, TKO dan dikalahkan dengan angka mutlak ?? :D Oh iya, jangan lupa juga untuk meninggalkan pesan dan kesan Anda (entah terhadap apa) di bagian Sign Off.
Anyway, selamat buat Arif dan Yani yang akhirnya menemukan pasangan hidupnya masing-masing. Selamat buat Arif yang akhirnya lulus dan terpilih sebagai penghuni terakhir di berandanya Bu Lila. ;) Dan selamat (akan) menempuh hidup baru, semoga bahtera keluarganya kelak senantiasa diliputi kasih sayang dan bisa langgeng dunia dan akhirat. Amin.

Ensiklo <Makna sebuah hidup>, 28 April 2005, 01:13: