Wafi is Back
Sekitar 5 bulan yang lalu, perpisahan membuat mereka berdua menangis. Bukan terharu. Melainkan terbayang betapa pasti akan merindu. Saya tidak turut acara menangis. Bukannya saya tak sayang -meski istri sempat meragukan-, tapi kalau air mata tak keluar mau diapain lagi.
Satu bulan kemudian, mereka, juga saya bertemu. Tapi kali itu tidak pakai acara menangis lagi. Bahkan ketika seminggu kemudian harus mengulangi perpisahan. Mungkin istri saya berpikir semuanya toh akhirnya bisa dilewati dengan baik. Apalagi hal itu dilakukan demi kebaikan buah hatinya.
2 bulan yang lalu, hal yang sama terulang. Namun ternyata tak seperti yang terjadi seminggu yang lalu. Di satu sisi, kebaikan yang diharapkan, telah lumayan tercapai. Namun di sisi lain, sosok mamanya menjadi asing baginya. Seperti ada jarak—kali ini saya tidak bicara tentang jarak fisik. Ya, cukup meresahkan juga sih kalau harus seperti itu. Alhamdulillah, dalam seminggu ini semuanya menjadi lebih baik. Belum seperti yang diharapkan, tapi ada progres yang meningkat. Mudah-mudahan jarak tersebut memang hanya sementara. Dan semoga perpisahan tidak harus terjadi lagi.

Ardi, 11 May 2005, 23:25:
lucunya si kecil itu, wafi tentunya, walaupun bapaknya kecil juga.. sayangnya fotonya gak bisa di klik. Ajak main lah Rid anakmu ke rumah, biar di uyel-uyel sama kakak-kakaknya..Farid, 12 May 2005, 01:09:
kelupaan :) sekarang fotonya udah bisa diklik. thx.