Arifwidi dot com: Frustrasi yang Tereliminasi
Ya, penantian itu begitu panjang dan berliku. Sebuah catatan berbentuk weblog dari seseorang yang mengaku sebagai pencinta keindahan. “A Beauty Lover“, begitu sang empu menyebutnya. Isinya sederhana, singkat, padat, namun tetap seindah yang diklaim pemiliknya, Arif. Namun sayang, hidupnya tak begitu lama. Umurnya tak lebih lama daripada pendudukan Jepang di Indonesia. Lalu menghilang.
Awalnya barangkali hanya, “capek”. Lalu menjadi, “ah, sedang tidak mood“. Lalu menjadi, “lagi malas nih”. Seminggu. Sebulan. Wuzzz.. tak terasa tiba-tiba sudah setahun. Dua tahun. Hampir tiga tahun berlalu.
Bagai sebuah tumbuhan, karena tak pernah disirami, akhirnya mati. Untungnya, tumbuhan yang ini dari jenis seperti yang pernah tumbuh di depan rumah saya. Sudah lama saya tak lagi melihatnya. Umik saya menyebutnya Bunga Desember. Ia tumbuh beberapa saat sebelum bulan Desember. Daunnya -atau mungkin lebih tepat disebut batangnya- berwarna hijau. Mengeluarkan kuncup bunga berwarna merah cerah. Namun kemudian layu. Hilang seiring bergantinya tahun. Rata dengan tanah bagai tak pernah ada tanaman yang pernah tumbuh di tempat itu. Barangkali karena itulah ia dinamakan Bunga Desember (latin: Scadoxus multiflorus/Haemanthus multiflorus). Namun ia tak benar-benar mati. Menjelang Desember berikutnya, siklusnya akan kembali berulang. Begitu seterusnya hingga benar-benar mati.
Setelah seakan frustrasi terhadap kegagalan beberapa kali percobaan menghidupkan kembali weblog tersebut, barangkali bulan inilah bulan Desembernya A Beauty Lover. Saat yang tepat untuk membentangkan kembali lembaran daun-daun semangat yang pernah layu. Yang bakal memekarkan bunga-bunga ide serta gagasan secerah merahnya bunga desember di depan rumah saya dulu. Saya pribadi sebagai salah satu fans-nya, telah menunggu kehadirannya dan senang karena akhirnya hadir juga. Dan mungkin masih banyak lagi di luar sana. Jadi, keep your spirit up, Rif. “Bulan Desember” kali ini mudah-mudahan tak akan berlalu sekedipan mata.

Arif Widianto personal website | Catatan Singkat, 15 July 2005, 07:38:
Saya menganggap hidup hanya ada dua pilihan. Pilihannya adalah idealis dan pragmatis.
Orang yang hidupnya idealis, jalan hidupnya kira-kira harus taat pakem-pakem yang dibuat dan dianutnya, kemudian mereka mematuhi aturan-aturan itu, dan di sanalah ...
kusaeni, 18 July 2005, 22:59:
hmm begitulah dunia weblog, kadang kalo blog kita gak dikunjungi atau di komentari rasa2 semua usaha kita sia - sia.