Mandi Wafi

Gara-gara melihat putrinya Arif pas sedang mandi (baca: dimandikan) tadi pagi, saya jadi ingin bernostalgia. Bukan nostalgia ingin dimandiin, tapi nostalgia Wafi mandi pagi.

Wafi MandiSejak bayi Wafi selalu kami biasakan untuk langsung mandi begitu dia bangun pagi ataupun dibangunkan. Umumnya sih sekitar jam 5 sampai setengah 6-an. “Biar dia sudah seger dan wangi sebelum nanti ada orang yang pengen menggendongnya”, kata mamanya. Untuk ukuran waktu lokal Pasuruan, jam segitu itu sudah cukup terang, sudah banyak yang memulai aktifitas. Tapi beda dengan ukuran waktu di Jakarta. Di Jakarta, itu berarti sekitar 1/2 jam lebih pagi. Masih agak gelap. Kecuali rumah Anda di Bekasi atau Bogor dan bekerja di daerah Jakarta, Anda tidak akan mandi sebelum jam itu.

Saya sih sangat jarang (kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah) memandikan Wafi, apalagi waktu masih bayi dulu, mamanya yang biasanya melakukan. Saya nggak berani, takut nanti terjadi apa-apa. (Ah, ALASANN!!). Saya hanya membantu menyiapkan prosesi sebelum mandi. Menyiapkan bak mandi. Menyiapkan air panas (Wafi mandi dengan air hangat sampai sekitar usia 4 bulan, setelah itu mandi pakai air biasa). Melepas pakaiannya. Menyiapkan handuk dan pakaian ganti, serta tetek bengek cologne, bedak, dan teman-temannya.

Sembari memandikan Wafi, dia biasanya sambil menyenandungkan lagu sederhana. Syairnya berbahasa jawa, isinya tentang do’a orang tua buat anaknya. Entah dapat darimana dia lagu itu. Kami memberinya judul Mandi Wafi. Syairnya begini:

Mandi Wafi..
gelis gede.. (semoga cepat besar)
cepak sak rejekine.. (semoga rejekinya lancar)
cepak jodone.. (semoga kelak jodohnya mudah)
adoh blaine.. (semoga dijauhkan dari malapetaka)
ilang sawan sarafe.. (semoga dijauhkan dari segala penyakit)
kari seger warase.. (semoga diberikan kesehatan)

***

Ketika Wafi berusia sekitar setahun, hingga kini, lagu itu tak dinyanyikan lagi. Bukan berarti kami tak lagi mendo’akannya, namun kami menggantikannya dengan kebiasaan lain. Setelah ritual mandi-keramas-gosok gigi selesai, mamanya akan mengajak dia untuk berwudlu’. “Biar kelak dia menjadi orang yang senantiasa mensucikan diri”, kata mamanya. Amin.

- dimuat 29 June 2006, 14:17 di aksiwafi musikfilmtv



Komentar

  1. Alfin, 26 July 2006, 09:53:

    hahahahahahaha
    tapi kayaknya ada yang kurang deh…..
    ritual olah raga paginya kok gak ada?
    Tuh…. lemak udah mulai senang singgah di perut ayah wafi, sofi dan kresna …...

Tulis pesan Anda

* tidak akan tampil di website