Bukan Sinetron: Tentara Bunuh Istri dan Hakim
Ini bukan cerita sinetron TV kita yang sekarang katanya hanya berisi VHS (Violence, Horror, and Sex) dan iVHS (Islamic VHS) itu. Ini kisah nyata. Terjadinya pun di Indonesia. Belum juga lama. Baru sehari setelah kemarin lusa. maksa berrima hehehe..
Seorang perwira menengah Angkatan Laut menusuk istrinya serta seorang hakim Pengadilan Agama dengan sangkur usai dibacakannya putusan sidang pembagian harta gono-gini perceraian mereka. Kedua korban penusukan itu pun akhirnya tewas. Menyedihkan! :-(
Referensi:
12 September 2003, featuring Dewa
Matahari Bintang Bulan
Penyanyi: Dewa
Album: Laskar Cinta
Oo… pagi tak kusangka cinta ini begitu
menyenangkan hatiku.. duhai siang
mengapa dadaku bergetar s’lalu
saat ada dirinya… wahai malam
hatiku terbang saat dia mau
setuju untuk jadi kekasihku selamanyareff: (2x)
matahari abadikan cintanya
bintang bulan
abadikan cinta ini selamanyaOo pagi tak kusangka cinta ini
begitu menyenangkan hati ini
duhai siang mengapa dadaku bergetar slalu
di saat ada dia
wahai malam hatiku terbang tinggi
saat dia mau jadi kekasihku
selamanya… selamanyaback to reff
Rahasia Deddy Corbuzier Akhirnya Terkuak
MisteriSulap.com Dua orang sukarelawan, sebut saja si A dan si B, dipersilakan untuk memilih salah satu dari dua sifat yang disediakan. Yaitu sifat jujur, dan sifat pembohong. Masing-masing bisa memilih sifat yang sama, bisa juga memilih sifat yang berbeda. Bila memilih jujur, maka ia harus menjawab dengan jujur setiap pertanyaan yang nanti akan ditanyakan kepadanya. Sebaliknya bila memilih sebagai pembohong, maka ia harus berbohong saat menjawab pertanyaan tersebut. Deddy Corbuzier lalu memberi sebuah cincin untuk nantinya disimpan oleh salah satu dari keduanya. Lalu si A dan si B diberi kesempatan secara tertutup untuk berunding dan saling mengetahui sifat apa yang dipilih oleh masing-masing, serta memutuskan siapa yang akan membawa cincin tersebut. Keduanya pun kembali ke hadapan Corbuzier tanpa memberitahu sifat apa yang telah dipilih oleh tiap-tiap orang dan tanpa memberitahu siapa yang saat itu membawa cincinnya.
“Apakah Anda dan si B memilih sifat yang sama?”, Deddy Corbuzier mulai mengajukan pertanyaan kepada si A.
Bila ia dan si B misalnya telah memilih sifat yang sama, dan ia memilih sifat sebagai pembohong, maka ia harus berbohong dengan menjawab, Tidak. Bila ia memilih sebagai pembohong dan si B misalnya memilih sifat jujur, maka tentu ia harus menjawab, Sama, karena pilihannya tidak sama namun ia harus berbohong. Dan seterusnya. Si A memikirkan jawabannya sesaat, lalu dengan mantap menjawab, “Ya, sama.”
Deddy Corbuzier lalu beralih kepada si B, “Apakah Anda yang membawa cincinnya?”
Sejenak si B terlihat berpikir. Ia tahu siapa yang membawa cincinnya, namun ia harus menjawab sesuai dengan sifat yang telah dipilihnya. Akhirnya, dengan intonasi datar ia pun menjawab, “Tidak. Bukan saya yang membawanya.”
Dengan berkonsentrasi sedikit, Deddy Corbuzier memperhatikan raut wajah kedua orang sukarelawan tersebut. Lalu ia tertawa dan berkata kepada si B, “Ya ya, saya tahu Anda orang yang jujur”, serta menyodorkan telapak tangan kanannya kepada si A, “Mana cincinnya?”
Dengan wajah penuh tanda tanya, si A hanya pasrah dan menyerahkan cincin tersebut. Hanya dengan dua pertanyaan, satu untuk tiap-tiap orang. Penonton bertepuk tangan, dan Deddy Corbuzier pun tersenyum puas. Bagaimana ia dapat melakukannya? Benarkah Deddy Corbuzier dapat membaca pikiran kedua orang tersebut? Mau tahu rahasianya?
***
Rahasia sulap lainnya: www.MisteriSulap.com
***
Dalam setiap pertunjukannya, Deddy Corbuzier selalu menekankan kepada penontonnya bahwa ia bukanlah seorang ilusionis, yang misalnya melakukan trik sulap menghilangkan mobil di atas panggung dengan hanya ditutup dengan tirai hitam selama 5 detik, dan lain sebagainya. Ia mengaku lebih senang disebut sebagai seorang mentalis alias Master of Mind, yang trik-triknya berhubungan dengan pikiran atau mental manusia. Aksi sulapnya yang paling populer adalah aksi yang disebut dengan Metal Blending, yakni membengkokkan sebuah sendok dengan kekuatan pikirannya atau kekuatan pikiran seseorang.
Kejadian di atas adalah salah satu sesi pertunjukannya dalam acara Mind and Magic yang disiarkan oleh TV7 hari Sabtu malam kemarin, mulai jam setengah sembilan. Sekali lagi, bagaimana ia dapat mengetahui secara persis siapa pembawa cincinnya? Benarkah ia benar-benar dapat membaca pikiran si A dan si B? Atau apakah ia sebelumnya telah melakukan kongkalikong dengan si A dan/atau si B? Atau barangkali ia telah menyuruh seseorang untuk mengintip saat keduanya berunding, lalu memberitahunya secara diam-diam menggunakan kode tertentu? Ataukah cincin tersebut telah dipasangi suatu alat tertentu yang dapat memancarkan sebuah gelombang yang menyebabkan orang yang membawa pasangan lain dari alat tersebut dapat mendeteksi dimana cincin tersebut berada? Atau jangan-jangan ia menggunakan jin untuk melihat dan memberitahu siapa pembawa cincinnya? hehehe..
Saya kira jawabannya tidak serumit itu. Dengan menggunakan logika matematika sederhana dan melihat semua kemungkinan yang mungkin terjadi, terbukti bahwa kita juga dapat melakukan hal yang sama dengan mudah. Perhatikan gambar tabel di samping. Kita bisa mengetahui apa saja kemungkinan sifat yang dimiliki oleh si A dan si B atas jawaban dari pertanyaan pertama Deddy Corbuzier. Bila si A menjawab pertanyaan pertama Corbuzier dengan jawaban “Tidak sama”, maka si B pastilah memilih sifat sebagai pembohong. Karena si A menjawab “Sama”, maka bisa dipastikan bahwa si B telah memilih sifat jujur. Ditambah pertanyaan kedua terhadap si B, terjawablah siapa pembawa cincinnya. Yaitu sesuai dengan jawaban si B, karena si B jujur. YES! Terjawab sudah. Ternyata caranya mudah ‘kan? Hei, sabar dong! Tentu saja Anda bisa mempraktekkannya kepada teman-teman atau keluarga Anda. Saya do’akan semoga mereka belum membaca tulisan ini biar Anda tidak kecewa, hehehe..
Btw, saya jadi curiga, apakah aksi-aksi sulap Deddy Corbuzier yang lain sebetulnya juga seperti ini? Hanya saja karena kita belum mengetahui rahasianya? Ataukah ia memang menggunakan kekuatan pikiran seperti yang selama ini ia klaim? Saya tidak tahu. Mungkin sebagian ya dan sebagian lagi tidak. Barangkali Anda tahu sesuatu? Mengapa tidak Anda share saja di sini biar kita semua tahu? hehehe..
Penjual Membajak, Pembeli Bertindak
Mana lebih dulu ada, telur atau ayam? Semua orang bisa menjawab dengan setiap versinya. Termasuk Cak Irfan penjual sate dan juga mbak penjual jamu dorongan dari Solo itu. Dan saya rasa tak pula perlu menghadirkan ahli sejarah untuk menganalisa jawabannya. Anggap saja itu hanya pertanyaan iseng dari orang iseng. Lain soal kalau pertanyaannya diganti. Siapa yang mulai duluan, penjual DVD film-film bajakan di pinggir jalan atau para pencinta film yang enggan merogoh kantong dan malas nonton di bioskop? Sebagai pencinta film yang malas jalan-jalan ke bioskop yang sekaligus sebagai warga Indonesia, malu juga saya kalau Boing-Boing sampai menampilkan kondisi ini di weblognya.
Tru Calling
Awalnya hanya ritual mingguan saat bersantai menonton TV di hari Minggu. Berawal dari serial Detektif Conan, lalu menemani istri mengikuti infotainment Go Show di TPI :p, lalu iseng-iseng belajar teori olahraga bertajuk Sports Instructional di TVRI. Hingga akhirnya menemukan ritual baru, film seri Tru Calling di Trans TV. Selain karena ceritanya, apa lagi kalau bukan karena pemeran utamanya, si cantik Eliza Dushku, hehehe…
***
Tru Davies (Eliza Dushku), adalah mahasiswa kedokteran berusia 22 tahun yang baru saja lulus dari New York University. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari keluarga yang agak berantakan. Kakaknya, Meredith (Jessica Collins) adalah seorang pengacara dan pengguna obat-obatan terlarang. Adiknya, Harrison (Shawn Reaves) adalah tipikal pemuda yang kurang punya masa depan dan gemar taruhan. Ibunya terbunuh di depan matanya ketika ia berumur 12 tahun. Ia tak kuasa menghentikan pembunuhan yang akhirnya tak pernah terungkap di pengadilan. Dan pada saat pemakamannya, Tru mendengar suara ibunya berbicara kepadanya. Sementara itu ayahnya meninggalkan anak-anaknya dan menikah dengan wanita lain.
Sepuluh tahun berlalu. Rencana Tru untuk melanjutkan pendidikan medisnya terancam gagal karena permintaan prakteknya di sebuah rumah sakit tak diterima. Ia akhirnya mendapatkan referensi untuk bekerja shift di sebuah kamar mayat. Pada malam pertama bekerja, Tru mendengar suara meminta tolong dari seorang (atau sebuah) ... mayat wanita korban pembunuhan yang baru saja diantarkan ke kamar mayat tersebut. Dan tiba-tiba ia “terlempar” balik ke permulaan hari. Ketakmampuannya dalam menyelamatkan ibunya dari pembunuhan membuatnya bertekad untuk kali ini dapat menyelamatkan wanita tersebut dari pembunuhan. Ia merahasiakan kelebihannya ini kepada siapapun kecuali kepada Harrison dan atasannya Davis (Zach Galifianakis), bahkan juga kepada sahabat karibnya, Lindsay (A.J. Cook) dan pacarnya, Luc (Matthew Bomer) yang mengakibatkan seringnya terjadi pertengkaran karena Tru sering menghilang tanpa alasan jelas.
Seri-seri berikutnya akhirnya menjadi agak predictable karena menggunakan pola yang itu-itu saja. Sehingga dimunculkanlah karakter baru, Jack Harper, seorang pegawai kamar mayat baru dengan latar belakang misterius yang diperankan oleh mantan bintang Beverly Hills 90210, Jason Priestley. Penonton akhirnya mengetahui bahwa Jack juga memiliki kelebihan yang sama dengan Tru. Bedanya, bila Tru mengulangi hari untuk menyelamatkan seseorang dari kematian, Jack malah sebaliknya, mengulangi hari untuk memastikan bahwa sang takdir tetap berjalan sebagaimana mestinya. Perbedaan karakter tersebut menghadirkan konflik tertentu yang membuat jalan cerita kembali menjadi menarik.
***
Sayangnya sejak hari Minggu kemarin, tanpa alasan jelas Trans TV menghentikan tayangan tersebut dan mengganti dengan serial baru berjudul 1-800-Missing. Denger-denger sih, katanya dari sononya pembuatan film seri Tru Calling juga dihentikan di tengah jalan. Nggak tahu kenapa.

