Jauhkan Dariku
sudah kubilang
aku takut setrum
aku ini manusia
yang terbunuh
jika kau setrum hatikuFarid @Jernih, 03 Juni 2008 13.33 WIB
Arti Pesanmu
Seiring dengan terpakunya diriku mengenang
perjumpaan singkat itu
Begitu juga senyummu
terus mengembang
"Hanya ini yang bisa kuberikan"
Hati-hati kau mengulurkan puisi
tertulis pada dedaunan kering
buram dan tak jelas
"Bacalah segera", katamu
"Sebelum hembusan angin meleburkannya,
menjadi serpihan-serpihan lembut tak berjejak"
Tapi tak kulihat sebentuk tulisan
Hanya imaji senyuman
milikmu
Dan sebuah gambar bibir
milikmu?
Aku tak mengerti
Aku bertanya, kenapa tak kau pahatkan saja
pada dinding, pada batu,
biar tak cuma mengendap dalam mimpi,
biar abadi
Hanya senyummu yang manis itu jawabannya
Dan kau pun pergi
Farid @Jernih, 09 Oktober 2007 14.53 WIB
Puisimu Puisiku
Puisimu tercipta, puisiku terluka
Puisimu semesta, puisiku sehasta
Puisimu nafasku, puisiku merindu
Puisimu untukku, puisiku tak tentu
Puisimu bertabuh, puisiku mengaduh
Puisimu tertadah, puisiku berdarah
Puisimu tertulis, puisiku terkikis
Puisimu terkenang, puisiku menghilang
Puisimu sunyi, puisiku nyeri
Puisimu terganti, puisiku mati
Farid @Damai, 04 September 2007 20.58 WIB
Sketsa Fajar
Nanti, jika ufuk jingga merekah lagi
Mungkin takkan kau temukan sapaku di langit ruangmu
Aku sedang bergegas tak tentu
Entah kemana kan kutuju
Nanti, kan kumamah sunyi ini
Mungkin takkan kau mengerti
Andai engkau di sini
Letih diri ini takkan menjelma nyeri
Farid @Damai, 03 September 2007 05.59 WIB
Yang Selalu...
Pagi ini, rintik hujan itu tetap
tak dapat membasahi nafasku
yang kokoh berlindung
di balik nafasmu
Menyelimuti jiwaku
dari dinginnya kerinduan
akan keindahanmu
Memayungi hatiku
dari teriknya serapah
yang membakar jubah kemaluanku
Tak ada yang dapat menghentikan hatiku
untuk tak henti mensajakkan dirimu
Begitu damai
Sedamai kelembutan angin malam
kala membelai rambut indahmu
Ah, lagi-lagi..
tak bosannya kulagukan dirimu
Farid @Damai, 29 Juni 2007 06.07 WIB
